Santa Mars

Laki-laki, 18 tahun

Malang, Indonesia

Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak Menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu.
::
Start
Windows 8 SM Versi 3
Shutdown

Navbar3

Cari Blog Ini

Minggu, 09 Juni 2013

tugas makalah proposal

kembali lagi dengan demokresimahasiswa.blogspot.com di sini saya mau shering sedikit ilmu saya tentang pembuatan makalah yang baik dan benar yang bisa membantu sahabat2 yang membutuhkan  makalah sebagai salah satu syarat tugas dari dosen maupun ibu guru tercinta kita...nga perlu banyak basa-basi lagi cecky dott...

ada beberapa alasan mengapa murid skrang maunya enak tampa harus banyak buang capek maupun uang untuk pembuatan tugas secara manual. yah itulah jaman skarng okey sobat disini saya mau kasikan sedikit yang saya yw mengenai cara pembjatan tugas dari bebrapa sumber tepercaya simak saj OK bozzz.





KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur kami panjatkan kepada Alloh SWT karena atas rahmat dan keridoannya,kami bisa membuat suatu gagasan usaha yang Insya Alloh akan bermanfaat bagi kami sebagai pemilik usaha, investor, dan umumnya masyarakat.
             K’ONE MOTOR FOOD ialah nama yang kami buat untuk kegiatan usaha ini,yang begerak di bidang produksi kue ( gorengan).
            Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, memberi saran, dan masukan–masukannya untuk kelancaran usaha ini. Khususnya kepada dosen pembimbing kami, yang sangat berperan dalam pengarahan kegiatan usaha ini.



Penyusun

Kelompok 1




DAFTAR ISI

Kata Pengantar...................................................................................... 1
Bab 1 Profil Perusahaan.........................................................................3
            A.    Deskripisi Umum  Perusahaan................................................... 3
            B.     Riwayat Perusahaan.................................................................. 3
            C.     Visi dan Misi Perusahaan.......................................................... 3
            D.    Jenis Usaha yang Dikelola......................................................... 4
            E.     Jenis Usaha yang Direncanakan................................................ 4
Bab II Kegiatan Pasar dan Pemasaran.................................................5
            A.    Lingkungan Usaha..................................................................... 5
            B.     Kondisi Pasar............................................................................ 5
            C.     Rencana Pemasaran.................................................................. 5
Bab III  Faktor Penghambat dan Pendukung
             A.    Faktor Penghambat .................................................................. 6
             B.     Faktor Pendukung.................................................................... 6
             C.     Analisis SWOT........................................................................ 6    
Bab IV Aspek Produksi..........................................................................8
       A. Alokasi Usaha ............................................................................
       B. Fasilitas dan Peralatan Produksi.................................................
       C. Bahan Baku................................................................................ 11
       D. Proses Produksi........................................................................... 12
       E. Proses Pengerjaan........................................................................ 13

Bab V Aspek Keuangan........................................................................
       A.  Drap Anggaran bisnis................................................................ 14  
Bab VI Penutup
            A.  Antisipasi Masa Depan............................................................. 17
            B.  Kesimpulan............................................................................... 17
Lampiran
            A.  Struktur Organisasi Perusahaan................................................ 18



       BAB I
PROFIL PERUSAHAAN

A.    Deskripsi Umum Perusahaan

K’ONE MOTOR FOOD merupakan suatu kegiatan usaha yang bergerak di bidang makanan yaitu pembuatan kue (gorengan).dan Rekreasi bagi para pengunjung sebab selain menawarkan kue yang menarik minat kita juga menawarkan keindahan lokasi kegiatan usaha kami yang mana kami menyediakan kantin-kantin yang terbuat dari mobil bekas yang telah di renovasi sebagus mungkin sebagai penunjang keunikan usahan ini.
Kegiatan usaha ini bertujuan untuk melatih kemampuan karyawan saya dalam bidang kewirausahaan.

     B.  Riwayat Perusahaan

       K’ONE MOTOR FOOD dibentuk oleh kami untuk berwirausaha dan sebagai implementasi dari mata kuliah Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi, Universitas Ichsan Gorontalo.

     C.  Visi dan Misi Perusahaan
VISI
Dengan berlandaskan iman dan taqwa serta kerja keras kami ingin  K’ONE  MOTOR FOOD menjadi salah satu perusahaan yang paling maju, produktif, dan berkompetitif di Indonesia khususnya provinsi Gorontalo.
                 
MISI
1.    Menciptakan tenaga kerja yang ahli dan kompeten serta memiliki imtaq dan  iptek yang kuat.
                 2.    Memuaskan konsumen dalam segala bidang, konsumsi maupun rekreasi
                 3.    Menjadi perusahaan yang terdepan di bidangnya dalam hal kepuasan konsumen
            4.    Memperluas lapangan kerja untuk kemakmuran mahasiswa dan masyarakat sekitar  tempat produksi pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

     D.  Jenis Usaha yang Dikelola

K’ONE MOTOR FOOD bergerak di bidang makanan yaitu pembuatan kue (gorengan). Dan tempat rekreasi. Kami memilih usaha di bidang makanan dan rekreasi karena usaha ini disesuaikan dengan kebutuhan dan skill  yang kami miliki serta faktor pendukung yang memadai untuk megembangkan usaha ini.di samping itu ini adalah usaha yang baru di lakukan di proponsi sulawesi khususnya propinsi gorontalo

     E.  Jenis Usaha yang Direncanakan

Kami sepakat untuk membuat suatu usaha di bidang makanan yaitu pembuatan kue (gorengan). dan rekreasi bagi para pengunjung Dengan jenis kuenya yaitu Risol, Molen, Dadar Gulung, dan Pastel. Kami yakin usaha ini akan berkembang dengan baik di Gorontalo karena kami tahu usaha ini belum ada di buka di Gorontalo sebelumnya. Kami sudah menjalin kerjasama dengan beberapa warung, sebagai pemasok bahan-bahan yang di butuhkan untuk proses pembuatan kue tersebut.




BAB II
KEGIATAN PASAR DAN PEMASARAN

A.    Lingkungan Usaha

Di Gorontalo tepatnya di huangobotu jenis usaha di bidang makanan khususnya kue memiliki peluang yang sangat menjajikan, karena makanan adalah kebutuhan primer manusia, ditambah lagi dengan pengadaan tempat rekreasi berupa mobil bekas yang telah kami renovasi dengan sebaik mungkin yang rencananya akan di operasikan dengan rell kecil sebagai jalan mobil tersebut banyaknya jumlah Masyarakat sekitar lebih dari 400 KK dan penduduk di Huangobutu dan sekitarnya. Oleh karena itu kami bertekad mengembangkan usaha pembuatan kue (gorengan), karena ditunjang dari banyaknya  peluang  dalam mengembagkan jenis usaha ini.

     B.  Kondisi Pasar

Jika melihat kompetitor-kompetitor yang bergerak dibidang usaha, memang usaha ini belum di kenal banyak oleh masyarakat Gorontalo sebab usaha ini baru di gorontalo. Tetapi, kami menyiasatinya dengan inovasi berbeda dari produk-produk  yang sudah ada. Yaitu, dengan inovasi rasa yang lebih enak, ukuran yang lebih besar, harga yang ekonomis, dan yang paling penting sehat dan higienis. Serta tidak lupa juga dengan keindahan mobil bekas yang menciut sana sini sebagai pendukung keindahan perusahaan kami. Dengan ini, kami yakin produk yang kami miliki menjadi salah satu sasaran masyarakat sebagai pelampiasan rasa letih karena bekerja maupun duduk di bangku kuliah seharian.di samping itu pula kami mengharapkan produk ini dapat laku dipasaran gorontalo maupun luar provinsi Gorontalo.

     C.  Rencana Pemasaran

Dengan usaha kue (risol, pastel, molen, dan darlung) yang belum memiliki pelanggan tetap, maka kami akan berinisiatif melakukan pemasarannya dengan membuat brosur untuk mencari agen yang mau menjualnya, sehingga akan ada banyak yang membantu untuk mengembangkan usaha ini. Seperti mahasiswa yang menjual di kampus, dan menurut pengalaman cara ini berhasil dengan baik.



BAB III
FAKTOR PENGHAMBAT DAN PENDUKUNG

Setiap usaha yang dijalankan, pasti ada yang sukses dan ada yang belum sukses seperti halnya usaha ini. Ada beberapa hal yang menurut kami akan menghambat dan sangat mendukung dalam menjalankan usaha ini.
       A.    Faktor penghambat tersebut diantaranya :
              1.    Ketidak pahaman masyarakat tentang usaha ini.
         2.    Harga bahan baku yang tidak stabil.
       Tapi kami sudah merencanakan untuk memecahkan masalah faktor penghambat tersebut diantaranya yaitu dengan berhati–hati dalam mengelola setiap anggaran dana yang akan dikeluarkan. Sedangkan untuk mengatasi faktor yang kedua yakni harga bahan baku tidak stabil, kami menyiasatinya dengan membeli bahan baku langsung kepada petani setempat agar memperoleh harga yang lebih murah.
       B.     Faktor pendukung usaha ini diantaranya :
               1.    Kondisi tempat, dan peralatan yang memadai
               2.    Higienis dan harga yang relatif terjangkau
               3.    Merupakan salah satu bagian produk yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat.

       C.     ANALISIS SWOT

                 a.       Strength (kekuatan)

                                                  i.      Memiliki SDM dengan etos kerja yang baik.
              ii.     Memiliki banyak relasi pemasaran, seperti warung, kantin-kantin di setiap
                       fakultas, serta beberapa kantin universitas lainnya.
                                                 iii.      Harga produk ekonomis dan higienis
                                                 iv.      Inovasi rasa yang berbeda dengan produk lainya.






                 b.      Weakness (kelemahan)

                                                  i.      Kurangnya modal untuk menjalankan bisnis ini
                                                 ii.      Harga bahan baku yang tidak stabil
                                                iii.       kurangnya SDM yang dapat mendukung usaha ini


c.       Opportunity (peluang/kesempatan)

                                                     i.      Mitra kerja yang banyak
                                                    ii.      Budaya masyarakat yang konsumtif


d.      Threat ( hambatan)
                           i.      Ketidak pahaman masyarakat dengan usaha ini.
                          ii.      Harga bahan baku yang tidak stabil.




BAB IV
ASPEK PRODUKSI

A.    Alokasi Usaha

 K’ONE MOTOR FOOD berlokasi di jalan Palma No. 32
Kami memilih lokasi tersebut, karena tempatnya dekat dengan daerah pemasaran. yaitu disekitar Kantor Lurah Huangobotu, Pasar tradisional, serta kampus terkemuka Di gorontalo antaranya UNG, Ichsan, UNG Kampus 3 dan warung-warung yang dekat dengan lokasi usaha tersebut.

B.     Fasilitas dan Peralatan Produksi

Dalam kegiatan usaha ini kami menggunakan fasilitas yang diperoleh dari modal sendiri, yaitu sebagai berikut :

PERALATAN
JUMLAH
HARGA
Mobil bekas
Kompor gas
5 buah
2 buah
               Rp. 15.000.000,-          
          Rp. 800.000,-
Gilingan
1 buah
           Rp. 400.000,-
Katel
1 buah
          Rp. 40.000,-
Penyaring
1 buah
                Rp. 15.000,-
Susuk
1 buah
                Rp. 10.000,-
Box Plastik
20 buah
             Rp. 300.000,-
Tabung Gas
2 buah
             Rp. 200.000,-
Pengocok
1 buah
           Rp. 15.000,-
Plastik
-
           Rp. 50.000,-
Baskom
4 buah
           Rp. 80.000,-
Teplon
1 buah
           Rp. 70.000,-
Nampan
1 buah
                Rp. 20.000,-
Lain-lain
-
             Rp. 100.000,-
TOTAL JUMLAH
Rp. 17.100.000,-

      C.  Bahan Baku
Bahan baku yang kami gunakan adalah:

I.      PASTEL
Bahan
Jumlah
Harga
Terigu
5 Kg
Rp. 25.000,-
Telur
3 Biji
                   Rp. 3.000,-
Mentega
¼ Kg
                   Rp. 7.500,-
Bumbu
-
                   Rp. 5.000,-
Minyak Goreng
1,5 Kg
Rp. 17.500,-
Bihun
1 Kg
                   Rp. 9.200,-
Wortel
5 Kg
Rp. 22.500,-
Gas
-
                   Rp. 6.750,-
Jumlah Total
Rp. 96.450,-

II.   RISOL
Bahan
Jumlah
Harga
Terigu
8 Kg
               Rp. 40.000,-
Telur + Tepung Roti
-
             Rp. 9.000,-
Wortel
10 Kg
               Rp. 45.000,-
Kentang
1 Kg
             Rp. 3.000,-
Bumbu
-
             Rp.5.000,-
Minyak
1,5 Kg
                Rp. 17.500,-
Gas
-
              Rp. 6.750,-
Jumlah Total
Rp. 126.250,-







III.              MOLEN
Bahan
Jumlah
Harga
Pisang
10 Kg
                   Rp. 30.000,-
Terigu
3 Kg
Rp. 15.000,-
Gula Tepung
½ Kg
                  Rp. 5.000,-
Mentega
¼ Kg
                  Rp. 7.500,-
Minyak
1,5 Kg
Rp. 17.500,-
Gas
-
                   Rp. 6.750,-
Jumlah Total
Rp. 81.750,-

IV.              DADAR GULUNG
Bahan
Jumlah
Harga
Terigu
3 Kg
Rp. 15.000,-
Gula
¼ Kg
                   Rp. 2.500,-
Pewarna + Pengharum
-
                   Rp. 3.000,-
Kelapa + Gula Aren
-
Rp. 15.000,-
Minyak
1,5 Kg
Rp. 17.500,-
Gas
-
                   Rp. 6.750,-
Jumlah Total
Rp. 59.750,-

JENIS MAKANAN
BIAYA
I.    PASTEL
                                    Rp. 96.450,-
II.   RISOL
                                      Rp. 126.250,-
III.  MOLEN
                                     Rp. 81.750,-
IV.  DADAR GULUNG
                                     Rp. 59.750,-
TOTAL BIAYA
  Rp.  364.200,-






      D.  Proses Produksi
 Dalam proses produksi usaha ini diantaranya :
            a)    Menyiapkan bahan yang akan digunakan
            b)    Mempersiapkan peralatan yang akan digunakan
            c)    Memulai proses pengerjaan
            d)    Membersihkan hasil pekerjaan agar lebih baik (finishing).

      E.  Proses Pengerjaan

Dalam melakukan pekerjaan dilakukan dengan rincian sebagai berikut:
Hari                        :  Senin – sabtu
Waktu                    :  03.00 – 06.00 WIB
                                   15.00 – 17.00 WIB



BAB V
ASPEK KEUANGAN

       A.    Rencana produksi
              1.    Jenis produk                       = Kue (risol, pastel, dadar gulung, molen)
              2.    Jumlah produksi                 = 1225 biji/hari = 31850 biji/bulan

       B.     Biaya tetap
               1.    Sewa rumah                       = Rp.700.000 / bulan
               2.    Peralatan                            = Rp.2.100.000               +  
                 Jumlah                                = Rp.2.800.000

       C.     Biaya variabel
               1.     Bahan baku                        =   Rp.364.200/ hari
                                                              =  Rp.9.469.200/ bulan
          2.  Biaya overhead :
              - Listrik                                   = Rp.100.000/bulan
              - Air minum                            = Rp.60.000/bulan
              - P3K                                       = Rp.40.000/bulan
              - lain-lain                                 = Rp.100.000/bulan          +
           Jumlah                                        = Rp.9.769.200
                                                                             
*1 bulan kerja dihitung 26 hari

D.    Total Cost                                      =  Rp.9.769.200
E.     Rencana pemasaran bulan pertama
            - Harga pokok  = total cost / jumlah produksi
                                                               = Rp.9.769.200/31850
                                                               = Rp.306.7 dibulatkan Rp.310 /buah
            - Harga jual :                              = Rp.500        
     
BEP  unit untuk bulan pertama
         500 x = 310x+2.800.000+0
         (500-310) x = 2.800.000
                             x = 2.800.000/190
                             x = 14737

Maka, 14.737/1.225=12 hari
26 hari-12 hari= 14 hari
Jadi, untuk mengembalikan semua biaya dengan keuntungan 0 rupiah kue harus terjual 14737 buah sedangkan untuk menjual kue sebanyak 14737 buah itu diperlukan waktu sebayak 12 hari. Masa produksi dalam sebulan adalah 26 hari, jadi keuntungan yang diperoleh dibulan pertama ini adalah hasil dari penjualan dalam 14 hari tersebut.
Revenue 1= 14 hari x1225x 500= Rp.8.757.000 kemudian, dikurangi gaiji pegawai tetap sebesar 900000 x 7 orang = Rp.6.300.000. maka,8.757.000-6.300.000= 2.457.000, jadi keuntungan bersih bulan pertama adalah Rp.2.457.000. itu jika seandainya semua biaya yang dikeluarkan ingin kembali dalam produksi bulan pertama.



F.      Rencana pemasaran bulan kedua
            - Harga pokok                                      = total cost / jumlah produksi
                                                                          = Rp. Rp.9.769.200/31850
                                                                          = Rp.306.7 dibulatkan Rp.310 /buah
            - Harga jual                                           = Rp.500

BEP  unit untuk bulan selanjutnya :
500 x = 310x+700.000+0
             (500-310) x = 700.000
                               x = 700.000/190
                               x = 3684.2 dibulatkan 3685
Maka, 3685/1225=3.5 hari

26 hari- 3.5hari = 22.5 hari
Revenue 2= 22.5 hari x1225x 500= Rp.13.781.250 dikurangi gaiji pegawai tetap sebesar 900000 x 7 orang = Rp.6.300.000. maka, 13.781.250 -6.300.000= 7.481.250, jadi keuntungan bersih bulan kedua dan selanjutnya adalah Rp. 7.481.250.



  BAB VI
                                                          PENUTUP

A.     ANTISIPASI MASA DEPAN
Sebagai wirausahawan yang baik, kami tidak akan membiarkan usaha ini berjalan secara mendatar. Kami akan terus mencoba memperbaiki kualitas pekerjaan kami, agar para peminat dan konsumen puas atas kue yang kami buat. Karena apabila kualitas kue kami tidak kami tingkatkan kemungkinan besar usaha ini tidak akan maju, dan terancam bangkrut.

B.     KESIMPULAN
Menurut kami usaha ini dapat berkembang dan akan mencapai keberhasilan. Kami sangat yakin bahwa usaha ini akan maju dan terus berkembang karena dilakukan oleh orang–orang yang mempunyai kualitas dalam menjalankan setiap pekerjaan. Kami sadar bahwa usaha ini tak akan langsung berkembang pesat tapi kami akan terus berjuang untuk terus menjalankan dan mengembangkan usaha ini.



LAMPIRAN

A.            Struktur Organisasi Perusahaan

STRUKTUR ORGANISASI

                   K’ONE MOTOR FOOD

Pimpinan Perusahaan                :         Abd. Halim Z.H Male
Bendahara                                 :         Feby Oktaviana Dumako
Pemasaran                                 :         Sry Wulandari Lamalani
Produksi                                    :         Indah Pratiwi Tjitroderono
                                                            Sry Nova Radjak


 
Read More --►

Minggu, 26 Mei 2013

contoh makalah yang baik dan benar



Nama   : Yulan Nggilu
Kelas   : Reg. Akuntansi/smster 4
Nim     : E1111094
M.K     : Akuntansi Bank

BAB 11
PENEMPATAN PADA BANK LAIN

11.1 Pengertian pada bank lain
        Bank merupakan lembaga intermediasi antara pihak yang menempatkan dana dan pihak yangg menggunakan dana bank. Penempatan pada bank lain merupakan penyaluran dana yang sangat aman,karena resikonya lebih kecil. Namun demikian,pendapatan yang diperoleh dari penempatan pada bank lain juga relatif kecil dibanding penyaluran dana dalam bentuk kredit.
        Kegiatan penempatan pada bank lain umumnya dilakukan melalui pasar uang (money market). Bagian yang melakukan transaksi penempatan dana antarbank dan/atau peminjaman dana antarbank adalah dealing room.
11.2 Jenis -  jenis penempatan pada bank lain
       Penempatan pada bank lain merupakan salah satu dari aktiva produktif bank yang dapat menghasilkan keuntungan sekaligus meningkatkan likuiditas bank. Penempatan pada bank lain merupakan jenis penemptan dana dalam jangka pendek. Penempatan pada bank lain dapat dilakukan dengan menempatkan dana dalam bentuk Deposito Berjangka, Sertifikat deposito, dan interbank Call Money.

11.3 Akuntansi penempatan pada bank lain
        Penempatan pada bank lain adalah penanaman dana bank pada bank lain. Penempatan pada bank lain disajikan dineraca dalam kelompok aktiva. Saldo yang disajikan adalah sebesar nilai bruto tagihan bank. Penempatan pada bank lain merupakan aktiva produktif yang memiliki resiko tidak tertagih,oleh karena itu bank perlu membentuk penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP) sesuai dengan ketentuan yang berlaku. PPAP untuk penempatan pada bank lain disajikan dineraca sebagai pos pengurang (off setting account) dari pos penempatan pada bank lain.

BAB 12
SURAT BERHARGA YANG DIMILIKI
12.1  Pengertian Surat Berharga yang dimiliki
         Salah satu fungsi utamabank adalah menyalurkan dana  kepada pihak yang membutuhkan dana. Penempatan dana dalam bentuk pembelian surat – surat berharga disebut juga sekuritas atau efek – efek adalah merupakan salah satu alternatif penempatan dana jangka pendek dan tergolong likuid. Bank dapat menjual dengan segera surat – surat berharga yang dimiliki.
        Surat berharga adalah surat pengakuan utang, wesel, saham, obligasi, sekuritas kredit atau setiap derivatif dari surat berharga atau kepentingan lain atau suatu kewajiban dari penerbit, dalam bentuk yang lazim diperdagangkan dalam pasar uang dan pasar modal (Republik Indonesia, Undang-Undang No. 10/1998 tentang perbankan). Dengan menempatkan dana dalamm surat-surat berharga, bank dapat memperoleh keuntungan yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi terhadap rentabilitas bank. Pada saat kelebihan likuiditas, bank perlu memilih instrumen surat berharga yamg memiliki likuiditas pasar yang tinggi. Surat berharga yang memiliki likuiditas pasar yang tinggi, sangat mudah di perjualbelikan yang di kenal dengan sekuritas unggulan.

12.2  Jenis-jenis surat berharga yang dimiliki
          Surat-surat berharga terdiri dari surat pengakuan utang, wesel, saham, obligasi, sekuritas kredit, atau setiap derivatif dari surat berharga atau kepentingan lain atau suatu kewajiban dari penerbit, dalam bentuk yang lazim di perdagangkan dalam pasar uang dan pasar modal.
Saham merupakan bagian dari kepemilikan yang di perjualbelikan oleh perusahaan dalam rangka memperoleh atau meningkatkan modal. Dengan menjual saham di pasar modal, maka perusahaan akan mendapatkan modal dari masyarakat. Pembeli saham akan mermperoleh keuantungan dalam bentuk deviden dan keuntungan yang berasal dari harga jual di kurangi dengan harga beli saham.
Obligasi merupakan surat utang yang di terbitkan dalam rangka mendapatkan dana dari publik ( masyarakat umum ). Dengan menempatkan dana dalam bentuk obligasi, maka bank akan memperoleh bunga sesuai dengan perjanjian. Dalam penempataqn surat-surat berharga dalam bentuk obligasi, keuntungan bagi pembeli berasal dari kurs jual dan kurs beli obligasi.
Sertifikat bank indonesia ( SBI ) adalah surat berharga atas unjuk dalam rupiah yang diterbitkan oleh bank indonesia sebagai pengakuan utang berjangka waktu pendek dengan diskonto. (Taswan, 2005). SBI Merupakan pilihan penempatan yang paling aman bagi bank. Dengan menempatkan dananya dalam SBI, maka bank dapat menjaga likuiditanya sekaligus dapat memperoleh keuantungan dari diskonto yang di peroleh. SBI juga memiliki likuiditas pasar yang tinggi, mudah di perjualbelikan dan tidak mengandung resiko.
12.3 Akuntansi surat berharga yang dimiliki
        Harga perolehan surat berharga yang terdiri atas jumlah nominal harga beli di tambah dengan biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan perolehan surat-surat berharga tersebut. Biaya-biaya tersebut misalnya biaya fee kepada pialang. Saldo surat-surat berharga yang di perdagangkan di pasar uang disajikan dalam neraca sebesar nilai nominal dikurangi dengan diskonto yang belum di amortisasi, yang merupakan bagian bunga selama sisa jangka waktu surat berharga. Selisih antara harga perolehan dengan harga pasar surat berhargan di akui sebagai kerugian dan di bebankan pada perkiraan penilaiannya.

12.3.1  Saham dan obligasi
            Surat berharga yang dibeli oleh bank dalam bentuk saham dan obligasi, perlu di klasifikasikan dalam kelompok surat berharga yang dapat di perdagangkan, surat berharga yang tersedia untuk dijual dan surat berharga yang di miliki sampai dengan jatuh tempo.
12.3.2  Sertifikat bank indonesia (SBI)
            Sertifikat bank indonesia merupakan salah satu alternatif penyaluran dana yang paling aman. Bank komersial yang kelebihan likuiditas, dapat membeli SBI. Dengan memiliki SBI, bank dapat menjaga likuiditasnya karena SBI dapat dengan mudah diperjualbelikan, dan memperoleh pendapatan dari diskonto yang di terima bank

BAB 13
KREDIT YANG DI BERIKAN
13.1  Pengertian kredit
          Menurut undang-undang No. 10 Tahun 1998 tentang perbankan, kredit yang di berikan adalah penyedian uang atau tagihan yang dapat di persamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjaman meminjam antara bank dan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.
Unsur kredit terdiri dari :
a.       Debitur dan kreditor
Kedua pihak yang melakukan transaksi kredit yaitu debitur dan kreditur. Debitur atau juga di sebut nasabah adalah pihak yang mendapat pinjaman dari kreditor dan kreditor adalah pihak yang memberikan pinjaman atau penyaluran pinjaman yaitu bank.
b.      Perjanjian
Setiap kredit yang di berikan oleh bank harus di dasari adanya perjanjian antara bank dan debitur berupa perjanjian.

c.       Jangka waktu
Setiap kredit harus di tentukan jangka waktu pemberian kredit, yanitu jangka waktu mulai dari kredit di cairkan sampai dengan kredit lunas.
d.      Balas jasa
Bank memberikan kredit dengan tujuan agar memperolah pendapatan atau balas jasa, yaitu berupa bunga untuk bank konvensiaonal.
e.       Kepercayaan
Bank memberikan kredit kepada debitur karena bank percaya bahwa dana yang di salurkan kepada debitur akan dapat di kembalikan. Bank percaya bahwa debitur dapat memenuhi kewajibannya sesuai dengan perjanjian.
f.       Resiko
Kredit yang di berikan oleh bank kepada debitur akan mengandung resiko adanya kemungkinan debitur tidak dapat mengembalikan dana pinjamannya. Oleh karena itu,bank harus melakukan analisis kredit sebelum memutuskan untuk memberikan kredit kepada debitur. 
13.2  Jenis-Jenis Kredit
          Jens kredit secara umum di bedakan sesuai dangan bentuk kredit, jangka waktu dan tujuan penggunaan kredit.
13.2.1 jenis kredit menurut bentuknya
            Menurut bentuknya, pemberian kredit dibedakan menjadi dua jenis yaitu kredit rekenin koran dan kredit installment.
a.       Kredit rekening koran
b.      Installment loan
13.2.2 jenis kredit menurut jangka waktunya
1.       kredit jangka pendek
2.       kredit jangka menengah
3.       kredit jangka panjang

13.2.3 jenis kredit menurut tujuan penggunaanya
1.      kredit investasi
2.      kredit modal kerja
3.      kredit konsumsi

BAB 14
KREDIT BERMASALAH DAN RESTRUKTURISASI KREDIT
14.1 Pengertian Kredit Bermasalah
Kuncoro, mudrajad dan suharjono, 2002 Kredit bermasalah akan berakibat pada kerugian bank, yaitu kerugian karena tidak di terimanya kembali dana yang telah di salurkan maupun pendapatan bunga yang tidak dapat di terima. Artinya bank kehilangan kesempatan mmendapat bunga, yang berakibat pada penurunan pendapatan secara total.
14.2 Jenis kredit sesuai dengan kolektibilitas
Kredit dapat di bedakan sesuai dengan kolektibilitas/kualitas/penggolongan kredit  yaitu performing loan dan non performing loan. Penilaian penggolongan kredit secara kualitatif didasarkan pada prospek usaha debitur dan kondisi keuangan usaha debitur. Kondisi keuangan debitur dapat di lihat dari  kemungkinan kemampuan  debitur untuk membayar kembali pinjamanya dari  hasil usahanya.
14.3 Akuntansi kredit bermasalah
Kredit bermasalah dapat menyebabkan tidak kembalinya dan yang telah di salurkan oleh bank. pendapatan bunga kredit di akui secara akrual kecuali pendapatan bunga dari kredit non performing. Pada saat kredit di klasifikasikan sebagai non performing loan, bunga yang telah diakui tetapi belum tertagih harus di batalkan (PSAK 31 paragraf 22).
14.4 Restrukturisasi kredit
Kredit yang di berikan oleh bank memiliki tujuan agar uang yang di salurkan dalam bentuk kredit kepada debitur dapat di kembaliakan sesuai jangka waktu yang telah di perjanjikan.
Restrukturisasi kredit merupakan upaya yang di lakukan bank dalam  kegiatan usaha perkreditan agar debitur dapat memenuhi kewajibannya. (PAPI.2001)
Restrukturisasi kredit di berikan kepada debitur yang tidak memenuhi kewajibannya atau debitur yang di perkirakan tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran angsuran pokok dan/atau bunga sesuai dengan jadwal yang di perjanjikan.restrukturisasi kredit dapat di lakkan dengan berbagai cara antara lain : modifikasi syarat-syarat kredit, penambahan fasilitas kredit, pengambilalihan agunan/aset, dan konversi kredit.

BAB 15
PENYISIHAN KERUGIAN KREDIT
15.1 Pengertian Penyisihan Kerugian Kredit
Aktiva produktif adalah penanaman dana bank dalam valuta rupiah maupun valuta asing dalam bentuk kredit, surat berharga, penempatan dana antarbank, penyertaan, termasuk komitmen dan kontigensi pada transaksi rekening administratif (Taswan, 2005).
Aktiva produktif berfungsi untuk memperoleh pendapatan atas dana yang di salurkan oleh bank. Namun demikian, penempatan dana dalam aktiva produktif juaga memiliki resiko, yaitu resiko dana yang di salurkan tidak dapat kembali. Resiko atas penempatan dalam bentuk aktiva produktif dapat menimbulkan kerugian bank.
Kualitas aktiva produktif di golongkan menjadi lancar, dalam perhatian khusus, kurang lancar, diragukan, dan macet. Kredit yang diberikan oleh bank merupakan aktiva produktif yang paling besar yang di miliki setiap bank. Pendapatan yang berasal dari kredit, yaitu pendapatan bunga kredit merupakan pendapatan operasional bank terbesar.
15.2 pembentukan penyisihan kerugian kredit
Penyisihan kerugian kredit merupakan pembentukan cadangan terhadap seluruh kredit yang di berikan. Penyisihan kerugian kredit di bentuk sebesar estimasi kerugian kredit yang tidak dapat di tagih sesuai dengan mata uang denominasi yang di berikan (PSAK 31 paragraf 16). Bank dapat membentuk penyisihan kerugian kredit sesuai dengan estimasi atau berdasarkan pengalaman masa lalu. Pada akhir tahun bank wajib membentuk penyisihan kerugian kredit sesuai dengan ketentuan bank indonesia.
15.3 penghapusbukuan kredit ( write off )
Pada umumnya sebagian besar kredit yang d berikan oleh bank masuk dalam golongan kredit lancar, dan sebagian kecil masuk dalam golongan kredit macet. Bank dapat melakukan penghapusbukuan atas kredit macet. Salah satu pertimbangan di lakukan write off adalah tiada kemungkinan kreditur membayar kemungkinan.debitur membayar pinjamanya, sehingga di putuskan oleh bank untuk write off.

BAB 16
PENYERTAAN

16.1 Pengertian pernyataan
Penyertaan sahan adalah penanaman dana bank dalam bentuk saham perusahaan lain untuk tujuan investasi jangka panjang, baik dalam rangka pendirian maupun ikut serta dalam operasi lembaga keuangan lain,termasuk pernyataan sementara dalam rangka restrukturisasi kredit atauu lainnya, ( PAPI 2001 ).
16.2 Akuntansi Pernyataan
Pencatatan penyertaan saham di catat dengan menggunakan dua metode yaitu metode biaya   (cost method) dan metode ekuitas (equty method)
16.3 pernyataan dari konversi kredit
Dengan di lakukannya konversi kredit, maka outstanding kredit debitur yang telah di konversi, di kurangkan dari akun kredit, dan bank memiliki sebagian atau seluruh modal debitur.

BAB 17
AKTIVA TETAP
17.1 Pengertian aktiva tetap
Aktiva tetap adalah salah satu aktiva yang tidak likuid. Aktiva tetap juga merupakan aktiva tidak produktif, karena tidak dapat menghasilkan pendapatan. Aktiva tetap di perlukan untuk mendukung kelancaran operasional bank dalam mencapai tujuannya.
Aktiva tetap adalah aktiva berwujud  yang di peroleh dalam bentuk siap pakai atau dengan di bangun lebih  dulu, yang di gunakan dalam operasi perusahaan, tidak di maksudkan untuk di jual, dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari setahun (Indra Batian dan Suharjono, 2006).
17.2 Jenis-jenis aktiva tetap
Aktiva tetap dalam neraca bank di kelompokan menjadi satu kelompok dan biasanya di sebut dengan aktiva tetap dan inventaris. Dengan demikian aktiva bank sebagian besar berupa dana yang di salurkan dalam bentuk aktiva produktiv. Aktiva tetep dan inventaris bank antara lain meliputi : tanah, bangunan, kenderaan, inventaris kantor dan aktiva tetapp lainnya.
17.3 Akuntansi aktiva tetap
        Harga perolehan adalah harga beli di tambah dengan biaya-biaya yang di keluarkan dalam rangka menempatkan aktiva tetap pada tempat yang siap di gunakan. Biaya-biaya yang di kapitalisasi kedalam harga perolehan aktiva tetap antara lain biaya masuk, pajak penjualan, biaya angkutan, biaya pemasangan, dan lain-lain yang di gunakan untuk mempersiapkan aktiva tetap sampai dengan siap di gunakan




BAB 18
AKTIVA LAIN-LAIN

18.1 Pengertian aktiva lain-lain
Aktiva lain-lain adalah aktiva yang tidak dapat secara layak digolongkan dalam pos-pos sebelumnya, yaitu mulai dari kas, giro pada bank indonesia sampai dengan penyertaan. Pada umumnya transaksi aktiva lain-lain dalam bank tidak terjadi secara rutin dan jumlahnya juga tidak material, sehingga bebeapa transaksi sersebut di kelompokan menjadi aktiva lain-lain.komponen aktiva lain-lain di bedakan menjadi antara lain : beban dibayar di muka, beban yang ditangguhkan, persediaan, rekening antar kantor, titipan nasabah dan lainnya.
18.2 Akuntansi aktiva lain-lain
Pencatatan aktiva lain-lain di akui pada saat terjadinya sebesar biaya perolehan. Aktiva lain-lain, di dalam neraca bank di sajikan secara gabungan. Aktiva lain-lain yang nilainya material harus di sajikan tersendiri dalam neraca.
Read More --►

Rabu, 20 Maret 2013

cara mengexpresikan diri dgn piikiran

kebahagiaan adalah sebuah pilihan


Pada suatu zaman di Tiongkok,
hiduplah seorang jenderal besar yang selalu menang dalam setiap pertempuran.
Karena itulah, ia dijuluki "Sang Jenderal Penakluk" oleh rakyat.

Suatu ketika, dalam sebuah pertempuran,
ia dan pasukannya terdesak oleh pasukan lawan yang berkali lipat lebih
banyak.
Mereka melarikan diri, namun terangsak sampai ke pinggir jurang.

Pada saat itu para Prajurit Sang Jenderal menjadi Putus Asa dan
ingin Menyerah kepada Musuh Saja.

Sang Jenderal segera mengambil inisiatif,
"Wahai seluruh pasukan, menang-kalah sudah ditakdirkan oleh dewa-dewa.
Kita akan menanyakan kepada para dewa,
apakah hari ini kita harus kalah atau akan menang."

"Saya akan melakukan tos dengan keping keberuntungan ini!
Jika sisi gambar yang muncul, kita akan menang.
Jika sisi angka yang muncul, kita akan kalah!
Biarlah dewa-dewa yang menentukan!"
seru Sang Jenderal sambil melemparkan kepingnya untuk tos.

Ternyata sisi gambar yang muncul!
Keadaan itu disambut histeris oleh pasukan Sang Jenderal,
"Hahaha. dewa-dewa di pihak kita! Kita sudah pasti menang!!!"
Dengan semangat membara, bagaikan kesetanan mereka berbalik
menggempur balik pasukan lawan.

Akhirnya,
mereka benar-benar berhasil menunggang-langgang kan lawan yang berlipat-lipat
banyaknya.

Pada senja pasca-kemenangan, seorang Prajurit berkata kepada Sang Jenderal,
"Kemenangan kita telah ditentukan dari Langit, dewa-dewa begitu baik
terhadap kita."

Sang Jenderal menukas, "Apa iya sih?"
sembari melemparkan keping keberuntungannya kepada prajurit itu.

Si Prajurit memeriksa kedua sisi keping itu dan
dia hanya bisa melongo ketika mendapati bahwa ternyata kedua sisinya adalah
gambar.

Memang dalam Hidup Ini ada banyak Hal Eksternal yang Tidak Bisa Kita Ubah;
Banyak Hal yang Terjadi Tidak Sesuai dengan Kehendak Kita.

Namun demikian, Pada Dasarnya dan Pada Akhirnya,
KITA TETAP BISA MENGUBAH PIKIRAN atau SISI INTERNAL KITA SENDIRI :
UNTUK MENJADI BAHAGIA atau MENJADI TIDAK BERBAHAGIA.

Jika Bahagia atau Tidak Bahagia diidentikkan dengan Nasib Baik atau Nasib
Buruk,
Jadi Sebenarnya NASIB KITA TIDAKLAH DITENTUKAN OLEH SIAPA-SIAPA,
MELAINKAN OLEH DIRI KITA SENDIRI.
Read More --►

Rabu, 13 Februari 2013

BERSANAKITASUKSES.COM

Dunia sekarang adalah dunia yang penuh dengan berbagai macam cara untuk menghasilkan hidup yang mapan dengan pekerjaan yang pastinya tidak terlalu sulit dan pastinya sangat menguntungkan..ini adalah salah satu cara untuk mendapatkan uang tanpa harus buang-buang waktu untuk mengejar pekerjaan yang juga belum bisa mencukupi kebutuhan kita.....inilah salah solusi bagi anda para pengusaha, mahasiswa, pelajar untuk menghasilkan uang puluhan juta rupiah dalam perbulannya,.
 http://BersamaKitaSukses.com/?id=hallan
Read More --►